| Berita
Seminar Nasional:
Bioetika Pertanian 2008
Bogor,29 Mei 2008
Potensi Patogen Serangga dalam Pengendalian Hama Kapas secara Hayati dan Upaya Pengembangannya
I G.A.A. Indrayani dan Deciyanto Soetopo
Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang
ABSTRAK
Keberadaan patogen serangga di alam sangat penting dalam mengatur populasi serangga hama. Sudah banyak spesies patogen serangga dari kelompok virus, bakteri, jamur, dan nematoda yang dimanfaatkan sebagai agensi hayati untuk mengendalikan berbagai spesies serangga hama tanaman. Patogenisitasnya yang tinggi menyebabkan patogen serangga cukup potensial sebagai alternatif pengendalian hama dalam upaya mengurangi penggunaan insektisida kimia. Keuntungan menggunakan patogen serang-ga antara lain: aman bagi manusia dan organisme lain bukan sasaran, mengurangi residu insektisida kimia dalam produk-produk pertanian, melestarikan musuh alami, dan meningkatkan biodiversitas dalam ekosistem terkendali. Potensi virus (Nuclear Polyhed-rosis Virus = NPV), bakteri (Bacillus thuringiensis), jamur (Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi), serta nematoda (Steinernema spp.) dalam pengendalian ulat pengge-rek buah kapas, Helicoverpa armigera dan ulat pemakan daun tembakau, Spodoptera litura cukup tinggi. Untuk pengendalian H. armigera dibutuhkan 6 x 1011 PIB/ha atau setara dengan 150 larval equivalen (LE)/ha, sedangkan untuk S. litura konsentrasi efek-tif mencapai 1,2 x 1012PIB/ha atau setara dengan 130 LE/ha. Jamur B. bassiana mau-pun N. rileyi juga patogenik terhadap kedua hama tersebut. Nematoda Steinernema spp. yang target inangnya adalah serangga hama tanah juga menunjukkan patogenisi-tas tinggi terhadap serangga hama tanaman. Konsentrasi lethal (LC50) nematoda untuk membunuh ulat H. armigera, Pectinophora gossypiella, Plutella xylostella, Crocidolomia binotalis, dan Myzus persicae berkisar 81-200 juvenil infektif (JI). Semua patogen serangga, kecuali virus, memiliki kisaran inang sangat luas sehingga memperbesar pe-luang untuk dapat mengendalikan kompleks serangga hama. Hasil-hasil penelitian ten-tang potensi patogen cukup banyak tersedia, namun pemanfaatannya di lapang masih sangat terbatas. Selain itu, banyak kendala yang dihadapi untuk aplikasi di lapang se-hingga masih membutuhkan upaya perbaikan, terutama perbaikan terhadap kemampu-an adaptasinya pada kondisi ekstrim (cuaca dingin dan kondisi kering), termasuk me-nyediakan formulasi yang mudah diaplikasikan pada berbagai kondisi lingkungan.
Kata kunci: Patogen serangga, serangga hama, patogenisitas, larval equivalen, juvenil infektif, polyhedral inclusion bodies, juvenil infektif.
|
Wisata Bioteknologi
Bagi
Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana
ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri
bagi kunjungan Anda [selengkapnya]
Mengenal Plasma Nutfah
Kita
sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm).
Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan,
arti penting
dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]
Koleksi Buku & Majalah
Baru Perpustakaan
Untuk
meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan
BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]
|