| Berita
Seminar Nasional:
Bioetika Pertanian 2008
Bogor,29 Mei 2008
Bioetika: Konservasi Serangga dan Tanaman Transgenik Tahan Hama
Bahagiawati
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor
ABSTRAK
Asosiasi Bioetika Asia menyatakan bahwa bioetika merupakan kajian multidisiplin dari isu filosofis, etika, sosial, hukum, ekonomi, kedokteran, agama, lingkungan dan isu ter-kait lainnya yang muncul dari penerapan ilmu hayati/biologi dalam kehidupan masya-rakat manusia dan biosfirnya. Ada empat prinsip dari bioetika, yaitu doing good, doing no harm, independency dan justice. Jadi dalam ilmu biologi dalam bidang pertanian ter-masuk entomologi dan bioteknologi tentulah tidak disarankan menyalahi keempat prin-sip di atas dalam penerapan ilmunya di mana penerapan ilmu-ilmu di atas sama-sama bertujuan untuk kepentingan manusia agar mencapai kehidupan yang layak. Pada tahun 1978, Thomas Malthus mempublikasi suatu buku yang mengundang debat, dia menuliskan bahwa kenaikan populasi dunia adalah secara eksponential seperti 2, 4, 8, 16, sedangkan kenaikan produksi makanan hanya secara linear, yaitu 1, 2, 3, 4, dst. Tentu hal ini menyulitkan kehidupan manusia karena tidak seimbangnya antara kenaik-an jumlah populasi dengan kenaikan produksi makanan. Jumlah populasi dunia pada tahun 2002 mencapai 6.137 juta jiwa, di mana 4.944 juta hidup di negara-negara se-dang berkembang. Kenaikan jumlah penduduk dunia rata-rata adalah 1,3% (lebih ku-rang 75 juta setiap tahun). Pada dekade ini banyak dicanangkan suatu paradigma baru dalam ilmu pertanian di mana faktor lingkungan menjadi fokus utama, termasuk disini ada istilah konservasi serangga. Serangga merupakan mahluk hidup yang sangat pen-ting dalam rantai makanan di alam dan merupakan spesies yang terbesar jumlahnya. Serangga tersebut ada yang berguna seperti lebah madu, penyerbuk, ulat sutera, dan musuh alami hama sehingga ia layak mendapat perhatian. Namun begitu, untuk me-ngembangkan paradigma konservasi serangga ini harus ada prisnsip kehati-hatian, di mana konservasi serangga ini tidak dapat diterapkan dengan begitu saja. Harus ada konsep tertentu, misalnya diterapkannya pada lokasi tertentu seperti lokasi cagar alam atau taman nasional. Tidak semua sistem pertanian dapat begitu saja diterapkan de-ngan konservasi serangga. Untuk melestarikan dan memanfaatkan serangga berguna dapat dilakukan misalnya dengan membudidayakannya, seperti budidaya lebah madu, ulat sutera dan musuh alami hama tanaman. Salah satu pendekatan yang mendekati konservasi serangga adalah pertanian dengan menerapkan pengendalian hama terpadu di mana komponen utamanya adalah varietas tahan dan musuh alami. Namun penye-diaan tanaman tahan hama sangatlah terbatas karena terbatasnya plasma nutfah tahan hama. Demikian pula dengan musuh alami; tidak semua musuh alami dapat diperba-nyak dengan mudah dan tersedia tepat waktu dan jumlah jika diperlukan. Pada saat ini di Indonesia, hama tanaman masih merupakan faktor utama pembatas kenaikan pro-duksi bahan makanan yang merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup. Apalagi sekarang dunia sedang mengalami krisis pangan. Bagaimana peran bioteknologi dalam meningkatkan harkat hidup manusia? Apakah bioteknologi melanggar prinsip bioetika? Hal ini masih dalam perdebatan, Namun dari pengalaman selama 12 tahun bioteknologi menunjukkan ke arah meningkatkan ketahanan pangan melalui sistim pertanian yang berkesinambungan yang dapat mengkonservasi lingkungan dan mereduksi kemiskinan dan kelaparan. Apakah salah satu produk biotek yaitu tanaman transgenik tahan hama menyalahi bioetika? Dari data yang ada tanaman transgenik tahan hama ini dapat dipa-dukan dengan sistim pengendalian hama terpadu sehingga peranan musuh alami dapat ditingkatkan karena dengan tanaman transgenik ini dapat diharapkan penurunan pe-makaian pestisida. Dengan adanya tanaman transgenik ini harkat hidup petani di India, China dan Pilipina telah terbukti dapat ditingkatkan. Tanaman transgenik tahan hama menunjukkan indikasi disenangi petani karena memberikan keuntungan lebih tinggi dan juga dapat melestarikan lingkungan dibandingkan dengan teknologi pertanian yang ada sebelumnya.
Kata kunci: Bioetika, konservasi serangga, tanaman transgenik tahan hama.
|
Wisata Bioteknologi
Bagi
Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana
ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri
bagi kunjungan Anda [selengkapnya]
Mengenal Plasma Nutfah
Kita
sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm).
Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan,
arti penting
dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]
Koleksi Buku & Majalah
Baru Perpustakaan
Untuk
meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan
BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]
|