header header

Berita

Seminar Nasional:
Bioetika Pertanian 2008

Bogor,29 Mei 2008

 

Bioetika dalam Penanganan Kasus Flu Burung dan Kaitannya dengan Pelestarian Sumberdaya Genetik Ayam Lokal

Tike Sartika
Balai Penelitian Ternak, Bogor

ABSTRAK

Merebaknya kasus flu burung di Indonesia sejak tahun 2003, sebetulnya berasal dari industri peternakan besar ayam ras, kemudian virus tersebut cepat menular kepada unggas lokal karena pemeliharaannya yang kurang baik. Apabila dilihat dari segi positif-nya, adanya kasus flu burung tersebut merupakan era bangkitnya peternakan unggas rakyat khususnya pada ayam kampung sektor IV, yang semula sebagian besar (70%) pola pemeliharaanya bersifat scavenging/diumbar, saat ini sebagian telah menuju semi intensif dengan menerapkan pola “good farming practices” yang memperhatikan vak-sinasi dan biosekurity untuk mencegah terjangkitnya penyakit flu burung. Namun di dalam penanganan kasus flu burung ada beberapa hal yang mendiskreditkan keberada-an ayam kampung atau ayam lokal, antara lain (1) Ayam kampung dianggap sebagai ”biang keladi” asal muasalnya virus flu burung, sehingga upaya pemusnahan ayam kampung dengan di bakar hidup-hidup merupakan upaya yang kurang bijaksana, tidak memperhatikan prinsip bioetika, (2) Di dalam kampanye anti flu burung, ayam yang di-perlihatkan untuk dibakar adalah ayam kampung, seolah-olah sumber virus flu burung hanya terdapat pada ayam kampung, (3) adanya PERDA yang melarang keberadaan unggas disekitar rumah penduduk, sebagian besar adalah ayam kampung, pelarangan tersebut hanyalah merupakan kepanikan. Dilain pihak banyak sekali keunggulan kom-petitif dari ayam kampung tersebut antara lain 1) merupakan penyangga ekonomi ma-syarakat desa, dengan dilarangnya memelihara unggas disekitar rumah, saat ini kondisi ekonomi masyarakat kecil semakin terpuruk, kasus gizi buruk terjadi dimana-mana, 2) hasil riset membuktikan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga pusat domes-tikasi ayam di Dunia setelah Cina (sungai Kuning, Henan) dan India (lembah Indus), oleh karena itu kita harus bangga dengan melestarikan dan memanfaatkan keberadaan ayam lokal dan/atau ayam kampung tersebut, dengan adanya pemusnahan ayam kam-pung akan mengakibatkan erosi genetik yang berlebihan, 3) hasil riset juga membukti-kan bahwa secara genetik ayam kampung sebagian besar (63%) mempunyai ketahan-an terhadap virus flu burung, adanya gen Mx+ di dalam tubuh ayam dapat menangkal pertumbuhan virus menjadi tidak sempurna, dengan kata lain antivirus protein Mx da-pat melawan infeksi VSV (Vesicular Stomatitis Virus), termasuk virus flu burung, sehing-ga kebijakan pemusnahan ayam kampung akan memusnahkan sumber genetik ayam yang sebetulnya tahan terdadap flu burung, 4) ayam kampung mempunyai segmen pasar tersendiri, karena daging ayam kampung mempunyai rasa dan tekstur yang khas, sehingga harga ayam kampung lebih tinggi dibandingkan dengan ayam pedaging ras (broiler). Tinnginya harga ayam kampung tersebut seringkali terjadi pemalsuan terha-dap daging ayam kampung, antara lain ayam jantan petelur dijual sebagai ayam kam-pung, dan baru-baru ini perusahaan besar seperti pokphan mengeluarkan bibit ayam “kampung super” yang sebetulnya merupakan ayam silangan antara pejantan ayam Lokal dengan ayam ras dari Perancis. Dalam hal ini pedagang hanya mementingkan ke-untungan dengan memanfaatkan keunggulan ayam kampung tidak memperhatikan adanya pelanggaran bioetika. Oleh karena itu, isu bioetika yang terkait dengan pelesta-rian unggas lokal ini perlu diangkat.

Kata kunci: Bioetika, ayam kampung, flu burung, pelestarian.

Halaman pencarian

Wisata Bioteknologi

Bagi Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri bagi kunjungan Anda [selengkapnya]

Mengenal Plasma Nutfah

marble dnaKita sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm). Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan, arti penting dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]

Koleksi Buku & Majalah Baru Perpustakaan

marble dnaUntuk meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I

marble dnaTelah terbit buku Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I tahun 2004, yang memuat informasi data paspor (asal aksesi) dari komoditas-komoditas plasma marble dnanutfah tanaman pangan yang dikoleksi di bank gen BB-Biogen. Untuk edisi tahun 2005, katalog ini juga telah tersedia dalam versi compact disc.

BB-Biogen
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 338820, 337975 Fax. (0251) 338820

© 2004 Last updated on 01.06.2008 22:37