Mobilitas Sifat Patogen pada Kromosom Fusarium Terungkap Melalui Study Komparatif Genom

Ditulis dalam Artikel | Oleh | 29/04/2010

> PDF


 Fusarium adalah salah satu jenis kapang patogen tanaman yang paling penting. Para peneliti di University of Amsterdam (UvA) berhasil menemukan bahwa kromosom pembawa sifat patogen (patogenisitas) pada kapang Fusarium oxysporum mampu berpindah dari satu kapang ke kapang yang lainnya.

Temuan mereka yang telah diterbitkan dalam majalah Nature Volume 464, Nomor 7287 tersebut telah mampu memecahkan teka-teki selama ini, tentang bagaimana strain-strain baru kapang patogen muncul di alam, yang banyak menimbulkan masalah di bidang pertanian dan hortikultura.

Tim peneliti UvA, yang dipimpin oleh Dr Martijn Rep, menyelidiki senyawa protein sederhana yang disekresikan oleh kapang Fusarium oxysporum selama proses kolonisasi pada jaringan xilem tanaman tomat. Fusarium oxysporum memiliki empat kromosom ekstra, yang membuatnya berbeda dari jamur lainnya dalam genus Fusarium.

Diketahui bahwa senyawa-senyawa protein tersebut memiliki kontribusi yang sangat penting terhadap kapasitas patogen atau patogenisitas dari kapang. Penelitian yang dilakukan atas kerjasama dengan Dr Li-Jun Ma dari Broad Institute di Cambridge (AS) tersebut menemukan bahwa gen dari protein-protein tersebut terletak di salah satu kromosom ekstra. Kromosom ekstra ini hanya ditemukan pada individu kapang (strain) yang mampu membuat tanaman tomat sakit, dan tidak ditemukan pada strain-strain lain yang tidak berbahaya atau memiliki tanaman inang lainnya. Pertanyaan selanjutnya muncul, mengenai kemungkinan kromosom patogenisitas tersebut berpindah dari satu strain kapang ke yang lainnya melalui mekanisme yang belum diketahui.

Temuan ini telah memungkinkan para peneliti untuk menjelaskan bagaimana strain baru kapang patogen tertentu muncul di alam, tambahan. Hasil penelitian tersebut juga telah mampu mengungkapkan mengenai fleksibilitas genetik dan daya adaptasi yang sangat besar pada kapang.

Mekanisme yang mengendalikan terjadinya relokasi kromosom masih tetap menjadi misteri. Penelitian tahap berikutnya, melalui dana hibah dari the Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO) telah direncanakan untuk meneliti lebih lanjut mengenai mekanisme tersebut, serta memetakan proses evolusi kromosom pembawa sifat pathogen pada Fusarium oxysporum

Related posts:

Meningkatkan Rasa Manis Semangka/Melon melalui Teknologi Pemetaan DNA
Rapid Trait Development System: Perakitan Tanaman Non-transgenik Melalui Teknik Rekayasa Genetik den...
Kontribusi Teknologi Marka Molekuler dalam Pengendalian Wereng Coklat
Pemanfaatan marka SSR untuk studi keragaman genetik, struktur populasi, dan pemetaan genetik wereng ...
comments powered by Disqus