Hasil Penelitian

> PDF


Hasil-Hasil Penelitian BB Biogen TA. 2012

Dalam Rencana Strategi BB Biogen 2010-2014, Visi BB Biogen ialah: menjadi lembaga litbang berkelas dunia dalam mengembangkan sumber daya lokal Indonesia berbasis bioteknologi. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misinya ialah: (1) memperkuat kapasitas sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan sumber daya genetik lokal berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan teknologi dan rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumber daya genetik, (3) melakukan analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan bioteknologi modern dan pengelolaan sumber daya genetik, (4) mengembangkan jejaring kerjasama dalam rangka pengembangan iptek dan pengembangan peran BB Biogen dalam pembangunan pertanian.

Kegiatan utama BB Biogen adalah Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing, melalui Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Hasil Penelitian BB Biogen yang dicapai pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:

 (A)     Sasaran 1: Tersedianya jumlah aksesi SDGP yang dikonservasi atau diiremajakan sebanyak 4.650 aksesi,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang sebesar 101,70%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) 40 aksesi isolat mikroba pertanian potensial terkarakterisasi, terrejuvenasi, dan terpreservasi; (2) Sejumlah 4.689 aksesi plasma nutfah tanaman pangan terkarakterisasi dan terkonservasi terdiri dari padi 494 aksesi, jagung 200 aksesi, kacang tanah 200 aksesi, kedelai 250 aksesi, kedelai edamame 103 aksesi, kacang hijau 250 aksesi, kacang tanah 115 aksesi, kacang potensial 140 aksesi, 600 aksesi ubikayu, 1.600 aksesi ubijalar, Dioscorea 206 aksesi, Ganyong 67 aksesi, Garut 30 aksesi, kentang hitam 9 aksesi, talas 215 aksesi dan konservasi invitro 210 aksesi plasma nutfah ubikayu, ubijalar, talas, dan gembili.

(B)     Sasaran 2: Tersedianya jumlah varietas atau galur harapan komoditas pertanian sebanyak 360 galur,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 102,77%. Target yang telah diperoleh berupa: 225 galur kedelai mutan M5, 50 galur mutan kedelai M6, 40 galur mutan kedelai M7   terbaik memiliki karakter umur genjah (lebih genjah dari varietas cek) dan produktivitas tinggi (setara atau lebih tinggi dari varietas cek), 70 galur tanaman T0 Wilis-GmNFR1A dan 50 galur tanaman T0 Anjasmoro-GmNFR1a di rumah kaca, 5 galur tanaman T2 kedelai Anjasmoro-AtCO (umur genjah) generasi T2, 10 galur padi BC6F1-Ciherang dan 10 galur BC6F1-Situbagendit, 4 galur kentang transgenik hasil persilangan yang tahan terhadap penyakit hawar daun (P. infestans) di Lapangan Uji Terbatas, dan 26 galur gandum trangenik adaptif suhu 30oC±2oC  terdiri dari 16 galur gandum generasi T0 mengandung gen tuf dan 10 galur gandum generasi T1 gen OsDREB toleran kekeringan.

(C)     Sasaran 3: Tersedianya jumlah peta genetik sifat-sifat penting komoditas pertanian sebanyak 4 peta genetik,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1 draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom kelapa sawit Dura, 1 draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom jarak pagar IP3, 1 peta genetik marka SNP kakao, dan 1 peta genetik marka SNP terkait hasil dan umur panen pada padi.

(D)     Sasaran 4: Tersedianya Jumlah klon gen pengendali sifat-sifat penting komoditas pertanian sebanyak 6 klon gen,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) 3 klon gen kandidat masing-masing untuk umur genjah (OsWRKY47), toleran kekeringan (OsPPCK) dan produktivitas tinggi (OsCKX). Gen kandidat untuk umur genjah OsWRKY47 telah dikonstruksi ke vektor ekspresi pCambia1301, (2) Untuk validasi fungsi gen, diperoleh informasi fungsi gen dari tiga kandidat gen yaitu gen untuk toleran kekeringan (OsERA1), gen untuk produktivitas (OsGS3), dan gen untuk umur genjah (AtCO).

(E)     Sasaran 5: Tersedianya Jumlah sidik jari DNA plasma nutfah pertanian sebanyak 288 aksesi,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) profil sidikjari 96 aksesi padi telah selesai dilakukan dengan menggunakan 30 marka  dan (2) profil sidik jari DNA 192 aksesi mangga menggunakan 19  primer.

(F)     Sasaran 6: Tersedianya Produk Bioprospeksi Sumberdaya Genetik Pertanian sebanyak 1 formula,

Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1 formulasi feromon seks S. litura populasi Cirebon memiliki rasio terbaik antara Z,E-9,11 tetradecadienyl acetate :  Z,E-9,12 tetradecadienyl acetate adalah formula dengan perbandingan 90 : 10, dengan kuantitas terbaik berkisar antara 250 – 1000ug/ karet septa. Formulasi ini dapat dipakai untuk seks atraktan S. litura Indonesia.

 

Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2005-2009), meliputi:

  1. Eksplorasi/Koleksi, Konservasi, Karakterisasi Morfofisiologi dan Evaluasi   terhadap Cekaman Biotik (Hama dan Penyakit Utama) dan Abiotik (Kekeringan, Keracunan Al, Keracunan Besi, Penggunaan Pupuk Rendah) terhadap 10.362 Aksesi Koleksi Plasma Nutfah Tanaman Pangan.
  2. Konservasi 200 Isolat Mikroba Pertanian, Database 600 Aksesi Mikroba Pertanian, dan Perbaikan Potensi Mikroba Biogen CC dengan Teknik Mutasi (Perombak Bahan Organik dalam 4 Hari, Pelarut P untuk Efisiensi Penggunaan Pupuk Fosfat Sebesar 60% Pada Lahan Kahat P, serta Pengendali Fungi Patogen Padi dengan Efektivitas Sebesar >30%.
  3. Bioprospeksi Senyawa Bioaktif Pengendali Hama Penggerek Batang Kuning (Schirpophaga incertulas Walker) pada Padi dengan Efektivitas Penurunan Serangan >75%.
  4. Karakterisasi Galur-Galur Produk Bioteknologi: (i) Padi Toleran Kekeringan, Tahan Blas, Tahan Wereng Batang Coklat (WBC), (ii). Kedelai Toleran Kekeringan, Tahan Virus Kerdil (SSV) dan Toleran Lahan Masam Ph 5-5,5 dengan Efiktifitas   Ketahanan/Toleransi >75 %, Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
  5. Uji Daya Adaptasi 12 Galur Harapan Padi Hasil Wide Hybridization, Kultur Antera, dan Marka Aided Selection Tahan Penyakit HDB, Blas, Toleran Kekeringan dengan Efektifitas Penurunan Serangan >75 % dan Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
  6. Analisis Sidik Jari DNA 3526 Aksesi Padi Lokal dan Elit.
  7. Identifikasi Lima Gen Toleran Kekeringan pada Padi dengan Menggunakan Microarrays.
  8. Isolasi Gen Ketahanan Blas dan Hawar Daun Bakteri pada Padi Menggunakan Strategi Over-Ekspresi.
  9. Identifikasi Empat Alel Baru untuk Pembentukan Galur Harapan Padi   Tahan Penyakit HDB dan Keracunan Fe dengan Produktivitas > 9 Ton/Ha serta Galur Harapan Tahan Blas dan kahat P dengan Produktivitas > 5 ton/ha.
  10.  Aplikasi Marka Molekuler Terkait Toleransi Terhadap Keracunan Aluminium pada Kedelai dengan Produktivitas Lebih dari 2.0 ton/ha.
  11. Aplikasi Marka untuk Pembentukan Varietas Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Kandungan Minyak di Atas 37% dan Produksi Biji di Atas 10 ton/hektar.
  12. Perakitan Padi Transgenik Toleran Kekeringan dan Tahan Blas yang Dapat Menekan 20% Kehilangan Hasil dengan Produktivitas 7-8,5 ton/ha.
  13. Pembentukan Tanaman Transgenik Kentang dan Tomat Tahan Penyakit yang Dapat Mengurangi 50% Aplikasi Pestisida.
  14. Aplikasi Kultur Antera dan Pencarian Marka Molekuler Fungsional Rf4 untuk Membentuk Satu Galur DH Pelestari dan Satu Galur Pemulih Kesuburan dari CMS-WA.
  15. Pembentukan Jagung Inbred dalam dua Generasi Menggunakan Galur Jagung Penginduksi Haploid.
  16. Metode Perbanyakan Tebu Secara In Vitro untuk Mendapatkan Bibit yang Lebih Murah 30% dari Harga Baku.
  17. Pembentukan Mutan Kedelai Berumur 70-80 Hari dengan Ketahanan > 60% terhadap Penggerek Polong dan Produktivitas 3 ton/ha.

 

Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2000-2004), meliputi:

  1. Varietas Code dan Angke tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri yang dikembangkan melalui pemanfaatan marka molekular.
  2. Tanaman putatif transgenik (T4) padi T-309 tahan terhadap penggerek batang padi.
  3. Tanaman terong hasil fusi protoplas dan silang balik yang tahan penyakit layu R. Solanacearum dan F. oxysporium.
  4. Beberapa nomor harapan tanaman padi hasil seleksi in-vitro yang lebih tahan terhadap lahan masam
  5. Klon-klon panili dan pisang abaka tahan Fusarium oxysporum hasil seleksi in vitro dan irradiasi sinar gamma
  6. Klon-klon nilam hasil fusi protoplas yang mempunyai kadar minyak atsiri tinggi dan tahan terhadap nematoda
  7. Galur padi dan kedelai toleran terhadap keracunan alumunium (Al)
  8. Galur-galur harapan (F7) tanaman kedelai yang toleran terhadap tanah masam
  9. Koleksi 1.506 aksesi ubijalar, 580 aksesi ubikayu, 176 aksesi talas, 64 aksesi ubi kelapa, 33 aksesi gembili, 48 aksesi ganyong, 13 aksesi suweg, 16 aksesi gadung dan 17 aksesi garut telah dikoleksi sampai tahun 2000. Saat ini beberapa aksesi telah disimpan melalui teknik kultur jaringan.
  10. Teknologi pembuatan galur murni padi dengan cepat melalui kultur anter
  11. Teknologi perbanyakan bibit tanaman buah-buahan (manggis) dan tanaman hias (dieffenbachia, mawar, melati, anggrek Dendrobium)
  12. Teknologi fusi protoplas dan hibridisasi silang balik untuk memindahkan sifat tahan terhadap penyakit bakteri layu dari terong liar ke terong budidaya
  13. Teknologi produksi eugenol secara in vitro
  14. Teknologi deteksi dini patogen tanaman melalui perangkat ELISA
  15. Formulasi insektisida hayati berbahan aktif Nematoda Patogen Serangga (NPS) dan atau Nuclear Polyhydrosis Virus (NPV)
  16. Rhizoplus dan BioLestari untuk meningkatkan kemampuan akar kedelai menambat nitrogen (N) dari udara, sekaligus meningkatkan serapan fosfor (P) dari tanah.
  17. Strain Bacillus thuringiensis yang positif mengandung gen CryIA dan mempunyai toksisitas tinggi terhadap hama tanaman.
  18. Database plasma nutfah tanaman pangan.
  19. Sumber-sumber gen penting untuk toleransi terhadap cekaman abiotik, biotik serta mutu gizi.
  20. Koleksi plasma nutfah tanaman pangan dan mikroba
  21. Kandidat markah untuk toleransi terhadap keracunan aluminium pada padi.

 

 

comments powered by Disqus