header header

Kerjasama

Kerjasama Penelitian dan Rencana Pengembangan

  1. Kerja sama dengan balai komoditas diprioritaskan dalam penyusunan program dan kerjasama penelitian yang dari awal penyusunan perencanaan dan pelaksanaan penelitiannya sudah atau harus dilibatkan. Kerja sama yang telah dilakukan antara lain mengundang balai komoditas dalam penyusunan program BB-Biogen. Kerjasama penelitian pemanfaatan marka molekular untuk perakitan varietas unggul dan karakterisasi plasma nutfah, serta pemanfaatan teknik in vitro untuk pembentukan varietas unggul, sudah dan masih akan tetap dilakukan. Selain itu, kerja sama penelitian dan penyusunan program kerja sama juga akan dilakukan dalam bentuk pemanfaatan fasilitas penelitian yang ada di BB-Biogen untuk kegiatan penelitian balai komoditas. Di masa mendatang pelaksanaan penelitian kerja sama ini akan ditingkatkan terutama dalam koordinasi dan penyusunan program penelitian. Saat ini sedang diinisiasi terbentuknya konsorsium untuk padi, dimana anggotanya nanti akan merupakan para pakar antara lain dari BB-Biogen, Balai Penelitian Padi (BALITPA), dan LIPI.
  2. Kerja sama dengan perguruan tinggi dan instansi di luar Deptan dilakukan dalam bentuk melibatkan staf perguruan tinggi dan staf peneliti di luar Deptan dalam penelitian yang dilakukan oleh BB-Biogen. Kerja sama penelitian ini didanai oleh pihak Badan Litbang Pertanian (melalui PAATP atau proyek lain), RUT, RUTI, dan RUK, dan oleh instansi di luar Deptan. Kerja sama akan terus ditingkatkan dengan melibatkan Perguruan Tinggi dan instansi lain di luar Deptan dalam Penyusunan Program BB-Biogen.
  3. Kerja sama luar negeri antara lain telah dilakukan dengan Ambionet untuk tanaman jagung, IRRI, Biorin dan IFPRI untuk tanaman padi, MEE/Perancis untuk tanaman Solanaceae, ABSP untuk tanaman tomat, ACIAR untuk tanaman kacang tanah dan penyakit layu bakteri, ARBC untuk biodiversitas dan konservasi padi liar, NIAS dan KONARC untuk konservasi in situ. Melalui kerja sama tersebut BB-Biogen memperoleh dana penelitian, peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan jangka pendek (3-6 bulan) dan jangka panjang (fasilitas pendidikan S2 dan S3), bahan dan peralatan. Di masa yang akan datang kerjasama luar negeri harus semakin meningkat agar dapat dibina hubungan dengan masyarakat industri pertanian di luar negeri agar BB-Biogen dapat selalu menyesuaikan prioritas penelitian serta mengembangkan suatu program penelitian yang kuat dalam perbaikan sifat genetik tanaman dan mikroba, serta komponen teknologi budidaya pertanian dengan pendekatan bioteknologi sehingga teknologi dan produk BB-Biogen berdaya saing tinggi.
  4. Kerja sama dengan pihak swasta lebih banyak berupa jasa penelitian atau pengujian. Kerja sama ini akan terus dikembangkan dengan tujuan pihak swasta mau ikut berpartisipasi membiayai penelitian BB-Biogen yang dapat dimanfaatkan oleh pihak swasta. Untuk mencapai tujuan tersebut program penelitian akan diarahkan kepada penelitian yang mempunyai nilai jual untuk swasta, sehingga dalam penyusunan program pihak swasta akan dilibatkan.
  5. Kerjasama di dalam link project atau konsorsium juga akan memberikan nilai tambah dalam pencapaian visi dan misi BB-Biogen. Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Saat ini beberapa negara, yaitu Amerika, Jepang, Cina,dan India, sudah bergabung dalam program penelitian functional genomics padi. Saat ini International Rice Functional Genomics Consortium (IRFGC) di koordinasi oleh IRRI sedang membangun jaringan antar negara yang berminat untuk mempercepat penelitian tersebut. Sasaran dari penelitian rice functional genomics tersebut adalah untuk mengidentifikasi gen-gen penting dan mengkarakterisasi alel-alel yang menguntungkan pada setiap lokus. Dengan mengadopsi program ini (pembentukan Indonesian Rice Genomics Program) maka Indonesia akan mempunyai peluang untuk bergabung dengan IRFGC, dan selanjutnya memilih target prioritas apa yang sesuai untuk kepentingan nasional, serta seiring dengan itu mendapat kesempatan akses terhadap sumberdaya genetik dan kesempatan pelatihan yang ditawarkan IRFGC.

Penelitian Kerjasama yang sedang Berlangsung dan yang akan Berlangsung dengan Institusi/Lembaga di Dalam Negeri:

Mitra
Komoditas
Bidang kerjasama
Keterangan
Balitpa
Balitsa
Balithi
Pemda DKI
Pemda Subang
IPB
IPB
IPB (PKBT)
PTP XII
Padi
Tomat
Anthurium dan Mawar
Caspea, Phalaeonopsis
Nanas Si Madu
Padi
Trichogramma
Pepaya dan Pisang
Tebu
Pemurnian galur
Perbaikan tanaman
Perbanyakan & Perbaikan Tanaman
Teknik pembiakan massal
Perbaikan kualitas
Perbaikan tanaman
Biorestorasi
Perbaikan tanaman (tahan layu Fusarium)
Perbaikan tanaman
(tahan kekeringan)
PTB, Hibrida (co-PI)
(PI)
(co-PI)
(PI)
2 tahun (PI)
RUT, Hb bersaing (co-PI)
RUT (PI)
(co-PI)
(co-PI)
 

 

Penelitian Kerjasama yang sedang Berlangsung dan yang akan Berlangsung dengan Institusi/Lembaga di Luar Negeri:

Mitra
Komoditas
Bidang kerjasama
Keterangan
MEE
Italy
Amerika
ABSP
ABSP
ISAAA
IRRI
Solanum
Tomat
Padi
Tomat
Padi
Pepaya
Padi
Perbaikan tanaman
Perbaikan tanaman (Partenokarpi)
Eksplorasi plasmanutfah untuk perbaikan tanaman
Perbaikan tanaman
Perbaikan tanaman
Perbaikan tanaman
Functional genomics
Metabolit sekunder
Industri saus
Mutu gizi
Tahan virus
Tahan kekeringan
Penundaan pemasakan buah
Identifikasi dan karakterisasi gen penting
 

 

Pola Kemitraan

Untuk mewujudkan visi dan misi sebagai lembaga penelitian dan pengembangan bioteknologi pertanian terkemuka di Indonesia, BB-Biogen mendorong para penelitinya untuk melakukan kerjasama penelitian. Kerja sama penelitian yang selama ini telah dilakukan adalah dengan balai penelitian komoditas, institusi pemerintah di luar Departemen Pertanian seperti perguruan tinggi, instansi swasta dan institusi penelitian atau donor dari luar negeri.
Pola kemitraan dalam penelitian terdiri atas:

  1. Hibah: penelitian diperoleh secara kompetitif (Hibah Bersaing DIKNAS, RUT, PAATP, RUK, RUTI) dan non-kompetitif.
  2. Cost sharing: penelitian diperoleh dari institusi dengan syarat adanya dana pendamping dari BB-Biogen.
  3. Contract research: penelitian diperoleh dari pihak pemberi proyek kepada BB-Biogen sebagai pelaksana.
  4. Link projects: penelitian diperoleh dari suatu lembaga nasional maupun internasional dengan melibatkan banyak pihak.
  5. Technology transfer : kerjasama penelitian terjalin dalam bentuk pertukaran peneliti (scientific exchange), pengiriman petugas belajar, pelatihan, dan sandwich program.

Pola kemitraan yang akan dibangun BB-Biogen adalah :

  1. BB-Biogen akan menawarkan produk-produk/teknologi siap pakai (yang tidak, belum, akan, dan/atau sudah dipatenkan) kepada instansi pemerintah, swasta, dan pengguna lainnya. Diharapkan dengan sistem ini akan terjalin kerjasama berkelanjutan antara BB-Biogen dengan pihak luar tersebut.
  2. BB-Biogen akan menawarkan fasilitas-fasilitas/layanan jasa yang dimiliki untuk dapat dimanfaatkan pihak lain dengan tarif tertentu.
  3. BB-Biogen akan mengajukan proposal kegiatan penelitian kepada lembaga nasional ataupun internasional untuk memperoleh dana yang tidak mengikat.

Daftar Topik Penelitian yang Bisa Ditawarkan untuk Kerjasama dengan Instansi Dalam dan Luar Negeri:

No.
Topik penelitian
Kelti yang terlibat

1.

Identifikasi gen-gen yang berkorelasi dengan cekaman lingkungan (kahat P, keracuan Fe, tungro, dsb), kualitas hasil (kandungan nutrisi, penampilan produk), dan sifat-sifat agronomis penting lainnya
BM, BK
2. Eksplorasi plasma nutfah (padi, ubi-ubian, kedelai) untuk pemetaan gen-gen penting (abiotik: kekeringan, dsb; biotik: Hawar Daun Bakteri, Blast, dsb; Kualitas hasil: kandungan nutrisi, dsb) dengan metode Linkage Disequilibrium (LD) mapping BM, PSDG
3. Perakitan tanaman transgenik untuk peningkatan keragaan tanaman terhadap cekaman lingkungan dan peningkatan kualitas produk
BM, BSJ
4. - Perbaikan sifat tanaman hias/hortikultura melalui
keragaman somaklonal
- Perbanyakan tanaman (buah-buahan, tanaman hias dan
tanaman berkayu ) secara in-vitro
BSJ
5. Analisis keamanan pangan untuk alerjenisitas dan toksisitas BM, BK
6. Analisis keamanan hayati untuk tanaman transgenik BM
7. Identifikasi & Isolasi gen-gen mikroba yang potensial untuk industri dan pertanian BK, PSDG, BM
8. Eksplorasi plasma nutfah mikroba potensial sebagai agen biokontrol BK, PSDG
9. Eksplorasi senyawa bioaktif potensial dari plasma nutfah mikroba dan atau tanaman BK, PSDG, BSJ
10. Evaluasi karakter-karakter penting yang berkait dengan mutu gisi pada plasma nutfah tanaman pangan (kacang-kacangan dan ubi-ubian) untuk industri pangan BM, PSDG
 

Halaman pencarian

Wisata Bioteknologi

Bagi Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri bagi kunjungan Anda [selengkapnya]

Mengenal Plasma Nutfah

marble dnaKita sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm). Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan, arti penting dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]

Koleksi Buku & Majalah Baru Perpustakaan

marble dnaUntuk meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I

marble dnaTelah terbit buku Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I tahun 2004, yang memuat informasi data paspor (asal aksesi) dari komoditas-komoditas plasma marble dnanutfah tanaman pangan yang dikoleksi di bank gen BB-Biogen. Untuk edisi tahun 2005, katalog ini juga telah tersedia dalam versi compact disc.

BB-Biogen
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 338820, 337975 Fax. (0251) 338820

© 2004 Last updated on 13.03.2008 20:55