Home
Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian
Di era globalisasi saat ini, informasi merupakan salah satu hal yang menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini menjadi tugas lembaga pemerintah untuk menyelenggarakan sarana penyediaan informasi yang dapat diakses secara mudah. Beberapa hal yang mendasari kebutuhan masyarakat terhadap informasi diantaranya adalah:
(1). Adanya paradigma baru bahwa masyarakat menuntut lebih banyak keterbukaan serta lebih banyak akses langsung terhadap informasi; (2). Aspirasi masyarakat perlu untuk ditampung secara lebih efisien dan ditindaklanjuti secara lebih efektif; (3). Sangat dibutuhkan adanya suatu sistem yang berorientasi pada layanan interaktif kepada masyarakat secara langsung.
Mengingat hal tersebut, maka penyelenggaraan aktivitas komunikasi serta pertukaran data dan informasi yang berorientasi kepada pengguna menjadi hal yang sangat penting untuk diwujudkan terkait dengan penerapan e-Government oleh lembaga pemerintah (Djunaedi, 2002).
Salah satu informasi yang menduduki posisi strategis dalam penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pertanian adalah informasi karakteristik plasma nutfah pertanian. Informasi tersebut berada di lembaga-lembaga penelitian yang mengelola plasma nutfah sesuai dengan mandat komoditas masing-masing, dengan berbagai tingkat kualitas aksesibilitas data.
Kondisi tersebut merupakan faktor pembatas bagi pengguna yang berkompeten untuk memanfaatkan data plasma nutfah pertanian untuk kepentingan penelitian, pengembangan, maupun penentuan kebijakan.
Dengan demikian dipandang sangat perlu untuk membangun sebuah Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian yang berfungsi sebagai portal online untuk akses data plasma nutfah pertanian lingkup Badan Litbang Pertanian. Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian tersebut menghimpun data lengkap mengenai karakteristik plasma nutfah pertanian yang dikelola oleh lembaga-lembaga penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian.
Jejaring kerja plasma nutfah pertanian lingkup Badan Litbang Pertanian telah dirintis pembentukannya dalam empat tahun terakhir oleh Komisi Nasional Plasma Nutfah, dan saat ini beranggotakan sebanyak 16 lembaga penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian (Hanarida dkk., 2005). Jejaring kerja yang telah terbentuk ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam mendukung terbangunnya Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian.
|