header header

Produk & Teknologi Unggulan

Kit ELISA
Untuk deteksi dini patogen tanaman.
Peanut Stripe Virus (PStV) merupakan patogen penting penyebab penyakit bilur pada tanaman kacang tanah. Daun tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala bercak hijau atau bilur yang dikelilingi garis klorotik dan agak berkerut. Pada perkembangan lebih lanjut mun-cul gejala mosaik. Gejala lainnya adalah bercak tak beraturan (blotch) atau garis-garis klorotik pada daun, tergantung pada strain PStV yang menyerang. Serangan PStV dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan produksi kacang tanah menurun hingga 60%.
Virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain oleh serangga sebagai vektor. Penyebarannya juga dapat terjadi melalui benih karena PStV termasuk seed born disease. Sampai saat ini, belum ditemukan varietas kacang tanah yang tahan. Strategi pengendalian yang paling efektif adalah penggunaan benih bebas virus. Strategi ini harus didukung oleh metode deteksi dini yang efektif dan akurat. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian telah berhasil mengembangkan kit ELISA untuk deteksi dini PStV. (Informasil lebih lanjut ...)


Download leaflet

Nematoda Patogen Serangga (NPS)
Formulasi insektisida hayati berbahan aktif nematoda patogen serangga.
Dua genus nematoda patogen serangga (NPS), Steinernema dan Heterorhabditis, mempunyai beberapa keunggulan sebagai agensia pengendalian biologi serangga hama dibandingkan dengan musuh alami lain, yaitu daya bunuhnya sangat cepat, kisaran inangnya luas, aktif mencari inang sehingga efektif untuk mengendalikan serangga dalam jaringan, tidak menimbulkan resistensi, dan mudah diperbanyak. Mekanisme patogenisitas NPS terjadi melalui simbiosis dengan bakteri patogen Xenorhabdus untuk Steinernema dan Photorhabdus untuk Heterorhabditis. Infeksi NPS dilakukan oleh stadium larva instar III atau juvenil infektif (JI) terjadi melalui mulut, anus, spirakel, atau penetrasi langsung membran intersegmental integumen yang lunak. Setelah mencapai haemocoel serangga, bakteri simbion yang dibawa akan dilepaskan ke dalam haemolim untuk berkembang biak dan memproduksi toksin yang mematikan serangga. NPS sendiri juga mampu menghasilkan toksin yang mematikan. Dua faktor ini yang menyebabkan NPS mempunyai daya bunuh yang sangat cepat. Serangga yang terinfeksi NPS dapat mati dalam waktu 24-48 jam setelah infeksi. ( Informasi lebih lanjut ... )
SlNPV (Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus)
Formulasi insektisida hayati berbahan aktif Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV).
Bioinsektisida SlNPV merupakan salah satu produk unggulan BB-Biogen, Bogor yang efektif terhadap hama ulatgrayak (Spodoptera litura) pada kedelai dan beberapa jenis tanaman pangan, industri, dan sayuran. Bahan aktifnya adalah nuclear-polyhedrosis virus, suatu patogen serangga dengan strain unggul asli Indonesia. Bioinsektisida SlNPV memiliki sifat yang menguntungkan karena (a) tidak membahayakan lingkungan, (b) dapat mengatasi masalah keresistensian hama terhadap insek-tisida, dan (c) kompatibel dengan insektisida. SlNPV berbentuk batang dan terdapat di dalam inclusion bodies yang disebut polihedra. Polihedra berbentuk kristal bersegi banyak dan berukuran relatif besar (0,5-15 u) sehingga mudah dideteksi dengan mikroskop perbesaran 600 kali. Polihedra terdapat di dalam inti sel yang rentan dari serangga inang, seperti hemolimfa, badan lemak, hipodermis, dan matriks trakea.Ulat yang terinfeksi SlNPV tampak berminyak, disertai dengan membran integumen yang mem-bengkak dan perubahan warna tubuh menjadi pucat-kemerahan, terutama pada bagian perut. Ulat cenderung merayap ke pucuk tanaman kemudian mati dalam keadaan menggantung dengan kaki semunya pada bagian tanaman. Integumen ulat yang mati mengalami lisis dan disintegrasi sehingga sangat rapuh. Apabila robek, dari dalam tubuh ulat keluar cairan hemolimfa yang mengandung banyak polihedra. Ulat muda mati dalam 2 hari, sedangkan ulat tua dalam 4-9 hari setelah infeksi. (Informasi lebih lanjut ... )
BIO-LESTARI
Untuk meningkatkan kemampuan akar kedelai menambat nitrogen (N) dari udara, sekaligus meningkatkan serapan fosfor (P) dari tanah.
Formula BIO-LESTARI diramu khusus untuk penyuburan lahan pertanian. Mikroba penyubur BIO-LESTARI mampu meningkatkan kemampuan nodulasi tanaman kacang-kacangan, ketersediaan hara di dalam tanah, dan menaikkan efisiensi pemakaian pupuk. BIO-LESTARI merupakan campuran bakteri pembentuk nodul pada tanaman kacang-kacangan, penambat nitrogen bebas, dan cendawan pelarut hara dengan formulasi bahan pembawa yang mengandung senyawa organik alami pemacu tumbuh dan unsur mikro yang diperlukan oleh mikroba dan tanaman. (Informasi lebih lanjut ... )
Bacillus thurigiensis
Strain Bacillus thuringiensis yang positif mengandung gen CryIA dan mempunyai toksisitas tinggi terhadap hama tanaman.
Bacillus thuringiensis (Bt) adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang, aerobik dan membentuk spora. Banyak strain dari bakteri ini yang menghasilkan protein yang beracun bagi serangga. Sejak diketahuinya potensi dari protein kristal Bt sebagai agen pengendali serangga, berbagai isolat Bt dengan berbagai jenis protein kristal yang dikandungnya telah teridentifikasi. Sampai saat ini telah diidentifikasi protein kristal yang beracun terhadap larva dari berbagai ordo serangga yang menjadi hama pada tanaman pa-ngan dan hortikultura. Kebanyakan dari protein kristal tersebut lebih ramah lingkungan karena mempunyai target yang spesifik sehing-ga tidak mematikan serangga bukan sasaran dan mudah terurai sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan. ( Informasi lebih lanjut ... )
Teknologi Produksi Bibit Abaka melalui Kultur Jaringan
Abaka (Musa tekstilis) merupakan tanaman penghasil serat yang banyak digunakan dalam industri kertas bermutu tinggi (kertas rokok, kertas uang, cek, kertas peta, kertas teh celup, dan kertas cologne), tali kapal, pembungkus kabel, tekstil, dan popok bayi. Saat ini tanaman abaka tengah dipacu pengembangannya dalam skala luas. Dalam pengembangan tersebut diperlukan bibit dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu teknologi yang dapat diaplikasikan dalam mendukung usaha tersebut adalah perbanyakan melalui kultur jaringan. Dengan teknologi tersebut, bibit dapat diproduksi secara cepat dalam jumlah banyak. Dari 1 tunas dapat digandakan menjadi 10-20 tunas dalam waktu sekitar 3 bulan, sehingga dalam 1 tahun, dari satu tunas dapat diproduksi sekitar 10.000-160.000 tunas baru. Tingkat multiplikasi ini jauh lebih tinggi daripada cara konvensional, yaitu dari 1 tunas (bibit) hanya dapat menghasilkan antara 20-25 anakan baru dalam 1 tahun. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan diperlukan suatu laboratorium dan rumah kaca untuk aklimatisasi bibit sebelum di-tanam di lapang. Dengan demikian, pada tahap awal diperlukan investasi yang relatif besar. (Informasi lebih lanjut ...)

 

Halaman pencarian

Wisata Bioteknologi

Bagi Anda yang tertarik dan menaruh perhatian dengan bioteknologi, bagaimana ia diwujudkan dan perangkat apa yang diperlukan, maka kami membuka diri bagi kunjungan Anda [selengkapnya]

Mengenal Plasma Nutfah

marble dnaKita sudah sering mendengar istilah 'plasma nutfah' (germplasm). Namun sejauh mana Anda mengenal apa itu plasma nutfah tanaman pangan, arti penting dan beberapa kegunaannya bagi kesejahteraan manusia ? [selengkapnya]

Koleksi Buku & Majalah Baru Perpustakaan

marble dnaUntuk meningkatkan mutu layanan informasi, dalam tahun 2005 - 2006 perpustakaan BB-Biogen telah menambah koleksi beberapa buku dan majalah baru [selengkapnya]

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I

marble dnaTelah terbit buku Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Edisi I tahun 2004, yang memuat informasi data paspor (asal aksesi) dari komoditas-komoditas plasma marble dnanutfah tanaman pangan yang dikoleksi di bank gen BB-Biogen. Untuk edisi tahun 2005, katalog ini juga telah tersedia dalam versi compact disc.

BB-Biogen
Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111, Indonesia
Telp. (0251) 338820, 337975 Fax. (0251) 338820

© 2004 Last updated on 13.03.2008 20:55